Mengapa Anda Tidak Pernah Menjadi Kaya?

Mengapa Saya tidak akan pernah menjadi kaya? Benarkah suatu saat saya akan menjadi kaya?

Coba tanyakan pertanyaan diatas kepada diri Anda dan renungkanlah. Apakah jawabannya adalah Ya? Atau Tidak? Atau Anda berkata dengan mulut "Ya" tetapi "Tidak" didalam hati? Jangan terbuai dengan halusinasi sementara kekuatan pikiran dan kata-kata. Anda mungkin sering mengikuti seminar motivasi, seminar kemakmuran, seminar-seminar tentang bagaimana membangun pikiran yang positif. Well, that's definately good. But it is not enough!

Sebuah pertanyaan mendasar untuk Anda: Apakah kekayaan itu? Apakah kekayaan itu berarti memiliki milliaran rupiah? Villa mewah di puncak? Mobil BMW seri terbaru? Dapat belanja sepuasnya di mall-mall? Bepergian ke Jepang dan seluruh dunia? Tidak! Sebenarnya, itu semua hanya "side effect" dari kekayaan, tetapi sama sekali tidak dapat mewakilkan kekayaan itu sendiri. Kekayaan yang sejati itu timbul didalam hati, kekayaan itu adalah Anda! Ya, Andalah kekayaan bagi Anda sendiri. Harta terbesar bagi Anda adalah Anda sendiri. Uang dan mobil dan rumah mewah dan semuanya hanyalah hasil dari kekayaan, yaitu hasil dari Anda sendiri. Andalah yang memiliki kekuatan untuk menghasilkan semuanya itu. Ide-ide Andalah yang membuat Anda membuat toko baru, perusahaan baru, menjual ini dan menjual itu. Artinya, kekayaan itu dinilai dari Anda. Seberapa besar Anda, sebesar itulah kekayaan Anda. Dengan demikian, apakah Anda sudah dapat menjawab pertanyaan ini: Mengapa Saya tidak akan pernah menjadi kaya?

Jadi, bagaimana menjadi kaya? Mudah sekali, jadikanlah Anda menjadi kaya terlebih dahulu. Apakah Anda paham maksud saya? Saya ulangi kembali. Bagaimana menjadi kaya? Jawabannya, jadikanlah Anda menjadi kaya terlebih dahulu. Tampak terlalu rumit ya, baiklah, saya akan memberikan contoh. Manakah yang memiliki nilai jual yang lebih tinggi, mobil usang penuh lumpur dengan mobil usang yang sama, tetapi telah dicat mengkilat? Manakah yang lebih berharga, emas murni seberat 1kg, atau sebuah bisnis persewaan motor untuk tukang ojek yang memberikan positif cashflow 2jt per bulan sepanjang hidup Anda.

Jawabannya adalah: mobil mengkilat dan bisnis persewaan motor. Jadi yang hendak saya katakan adalah, ubahlah dahulu cara berpikir Anda, maka dunia, termasuk kekayaan Anda akan berubah! Kunci seorang penambang emas yang sejati adalah berpikir dan merencanakan dimana mereka akan menambang, berapa besar yang akan diperoleh, alat apa saja yang dibutuhkan, hambatan apa yang mungkin terjadi, pajak apa yang harus dibayar, berapa pengeluaran yang akan diperlukan, dan lain-lain. Penambang bodoh tidak berpikir demikian. Alih-alih merencanakan, mereka lebih suka membawa cangkul dan sekop langsung ke lokasi tambang, menghabiskan banyak waktu hanya untuk menemui bahwa tak teradapat secuil emaspun disana. Karena Anda adalah kekayaan itu sendiri, maka Anda harus menjadi kekayaan, bukan bagian, tetapi kekayaan itu sendiri.

Mengapa orang tidak pernah menjadi kaya, jawabannya cukup mudah: mereka lebih suka mengeluarkan sampah, ketimbang mengeluarkan emas, mengeluarkan perilaku yang buruk, ketimbang perilaku yang baik, mengeluarkan mental yang payah, ketimbang mental yang sejati.

Pikirin yang positif barulah sebuah awal perjuangan Anda. Tapi Anda masih harus melalui langkah-langkah yang lain. Anda masih harus mengubah pikiran yang positif menjadi kata-kata yang positif. Dari kata-kata yang positif menjadi perbuatan yang positif, perbuatan yang positif menjadi kebiasaan yang positif, dan kebiasaan yang positif menjadi karakter yang positif.

Baik, jika Anda menginginkan kekayaan, kekayaan yang sejati (bukan seperti yang Anda bayangkan sebelumnya), maka Anda perlu merubah diri Anda sendiri.

Anda mungkin sudah terlalu sering mengikuti seminar motivasi. Sayangnya, seringnya mengikuti seminar motivasi ini tidak diikuti dengan seringnya mengubah pikiran dan kata-kata menjadi perbuatan. Mungkin Anda bertanya, ah, tidak juga, saya sudah sering mencoba melakukan ini dan itu, membuka bisnis ini dan itu, tetapi tetap tidak menjadi kaya. Atau menjadi kaya, tetapi cuma sebentar untuk kemudian menemui kebangkrutan.

Mengapa ini terjadi?

Pertanyaan lagi untuk Anda: Apakah Anda mengetahui apa itu asset? Apa itu liabilities?

Faktanya adalah, mengapa orang tidak pernah menjadi kaya, karena bukan hanya tidak melek huruf, tetapi juga tidak melek finansial. Percayalah, semua orang kaya, yang benar-benar kaya, pasti akan mengetahui apa itu asset dan apa itu liabilities. Mereka memahami betul mana yang masuk kedalam kategori asset dan mana yang masuk kategori liabilities.

Pelajaran Pertama. Pahamilah Cashflow Anda.

Anda adalah kekayaan itu sendiri, Oleh karena itu mulai dari sekarang, perlakukan Anda sebagai sebuah perusahaan. Anda adalah perusahaan untuk diri Anda sendiri. Bayangkah jikalau Anda menjadi pemegang saham mayoritas sebuah perusahaan besar, dan mendapati karyawan Anda tidur bermalas-malasan disaat jam kerja dan CEO Anda menghamburkan 5 milliar rupiah dalam setahun hanya untuk rekreasi, naik 5% dari tahun sebelumnya, sementara perusahaan tahun itu mengalami penurunan asset sebesar 10%. Apa yang akan Anda lakukan? Tertawa? Marah? Jika Anda normal, tentu saja Anda akan marah besar. Dalam kenyaatanya di dunia nyata, sangat mungkin CEO tersebut akan dipecat dan digantikan dengan seorang yang lain yang melek cashflow.

Banyak orang tidak dapat membedakan mana asset (aset) dan mana liabilities (hutang). Banyak orang memasukkan liabilities (hutang) kedalam aset dan mungkin juga memasukkan aset kedalam hutang. Jadi, mulai sekarang, pahamilah seluruh aset Anda, tulis dalam buku khusus financial statement Anda. Daftar seluruh barang Anda, masukkan mana yang masuk kategori aset dan mana yang masuk kedalam hutang. Misalnya, rumah, mobil, sofa, televisi, spring bad, dan lain sebagainya. Jangan sampai salah memasukkan data ini. Karena ini sangat penting. Jika Anda memiliki rumah, baik itu dalam kondisi menyicil ataupun dibayar lunas, dimanakah rumah Anda dimasukkan? Kedalam kolom aset atau hutang? Ahli accounting dan kebanyakan orang akan berkata kedalam aset. Nyatanya bukan. Makanya ahli accounting dan kebanyakan orang susah menjadi kaya, karena mereka menjadikan perusahaan tempat mereka bekerja menjadi kaya, tetapi menjadikan miskin dirinya sendiri!

Jangan pernah memasukkan rumah pribadi kedalam aset, karena rumah itu tidak menghasilkan uang untuk Anda. Alih-alih menghasilkan uang, rumah Anda malah mengeluarkan uang tiap bulan untuk biaya maintenance, seperti cat pagar, renovasi atap bocor, iuran sampah, iuran siskamling, dan sebagainya. Rumah pribadi masuk kedalam pengeluaran dan masuk kedalam hutang jika belum lunas. Jangan masukkan kedalam aset. Mengapa? Yah.. Kemanakah Anda tidur pada malam hari dan bangun di pagi hari? Di pinggir jalan? Tentu dirumah bukan? Jadi, rumah bukanlah aset karena rumah Anda itu adalah rumah pribadi dan tidak untuk disewakan. Jika Anda memiliki rumah lain, dimana Anda masih dapat tidur di malam hari dan bangun di pagi hari didalam rumah yang sekarang, serta rumah lain itu menghasilkan uang untuk Anda, maka rumah lain itu adalah aset. Jadi, masukkan dengan benar, mana yang menghasilkan uang kedalam aset, dan mana yang justru mengeluarkan uang kedalam hutang dan pengeluaran.

Bagaimana dengan mobil pribadi? Perlakukan sama seperti rumah. Masukkan kedalam pengeluaran, karena itu sama sekali bukan aset. Jika mobil Anda dibayar lunas, maka masukkan pengeluaran tiap bulan kedalam pengeluaran. Jika dibeli dengan kredit, maka masukkan kedalam kolom hutang. Dimata bank dan lintah darat, rumah dan mobil Anda akan dihargai menjadi aset, tetapi di mata Anda, jangan pernah lakukan itu. Mengapa, karena bankir dan lintah darat tidak makan, minum, dan tidur dirumah Anda! Mereka tetap hidup, makan, minum, dan tidur dengan pulas, dan makin menjadi kaya, ketika rumah dan mobil Anda disita!

Saran saya, jangan membeli semua barang rumah tangga Anda secara kredit. Belilah secara cash (lunas). Termasuk mobil dan rumah. Karena kedua ini adalah pengeluaran dan bukan aset. Buat apa Anda menghamburkan uang untuk membayar bunga untuk sesuatu yang bernilai sampah (bukan aset)? Sebaliknya, jika Anda memiliki perusahaan, maka mobil untuk perusahaan sebaiknya dibeli secara kredit dan bukan cash, sebab prinsip kekayaan datang dari cashflow yang positif, bukan seberapa besar jumlah barang dan mobil perusahaan Anda. Selama mobil perusahaan itu menghasilkan cashflow positif, dibeli secara kredit itu tidak masalah. Berbeda dengan mobil pribadi, dimana tidak ada nilai asetnya sama sekali, sebaiknya dibayar lunas. Demikian juga rumah pribadi. Tetapi mengingat nilai rumah cenderung bergerak naik, maka kredit rumah masih bisa dimaklumi.

Anda harus memiliki financial statement sendiri bagi keluarga Anda. Financial statement terdiri atas 4 kolom: Aset, Hutang, Pemasukan, dan Pengeluaran. Untuk detil bagaimana menyusun financial statement yang baik, Anda perlu membeli sebuah buku panduan di toko-toko buku terdekat. Saya tidak akan menjelaskan secara detil disini.

Gaji masuk kedalam pemasukan. Bisnis CashSwim masuk kedalam aset (yang menghasilkan uang), hasil bersih tiap bulan dari CashSwim masuk kedalam pemasukan. Anda perlu membuat financial statement yang berbeda untuk bisnis Anda. Jika Anda memiliki 5 bisnis, maka Anda perlu membuat 5 financial statement yang berbeda, diluar financial statement keluarga Anda sendiri.

Mengapa Anda perlu membuat financial statement? Sebab Anda perlu mengetahui apakah Anda dan keluarga Anda menghasilkan cashflow positif tiap bulan, atau malah negatif? Menghasilkan uang alih-alih menghamburkan uang? Jika cashflow Anda bernilai positif, itu sebuah awal yang bagus untuk Anda. Jika tidak, Anda perlu memeriksa ulang dimana kesalahan yang membuat cashflow Anda menjadi negatif.

Perbaiki cashflow Anda. Kurangi pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu. Anda hidup untuk hari esok, tidak hanya untuk hari ini. Berpikirlah dahulu jika Anda sedang ingin membuang uang. Pikirkanlah, apakah membuang itu akan membuat Anda semakin miskin (masuk kedalam hutang) atau semakin kaya (masuk kedalam aset). Belajarlah dari Warren Buffet, yang dalam kelimpahannya dia lebih suka memberikan 90% kekayaannya untuk amal dan lebih suka tetap tinggal dirumah tua, yang telah ia tinggali sejak sekitar 1950-an. Memiliki waktu rekreasi yang memang waktunya, dan lebih suka menginap di hotel menengah ketimbang di hotel berbintang lima.

Pelajaran Kedua. Hutang Baik dan Hutang Buruk.

Berhati-hatilah terhadap kata hutang. Hutang dapat membuat Anda kaya, tetapi dapat juga membuat Anda miskin. Mungkin Anda sering diingatkan supaya jangan berhutang. Kata-kata ini ada benarnya. Tetapi juga dapat salah. Hutang ada 2 macam. Hutang baik dan hutang buruk. Hutang baik menghasilkan uang, hutang buruk menghamburkan uang. Hutang baik membuat kaya. Hutang buruk membuat miskin.

Jadi apa parameternya? Mudah. Parameternya ada dalam cashflow Anda. Kembali lagi kepada cashflow Anda. Sebelum berhutang, pastikan dahulu bahwa hutang Anda akan menghasilkan cashflow positif dan bukan cashflow negatif.

Hutang kredit mobil pribadi, apakah boleh? Boleh-boleh saja jika memang Anda sudah tahu hasil akhirnya adalah membuat Anda kaya. Kenyataannya, kredit mobil justru membuat miskin, karena mengurangi cashflow dengan menambah pengeluaran, serta menambah hutang tanpa ada aset yang masuk sama sekali.

Bayar cash untuk setiap barang rumah tangga. Jangan gunakan kartu kredit. Maksud penggunaan kartu kredit disini adalah penggunaan dengan mencicil. Jadi, kalau hanya menggunakan kartu kredit untuk membeli barang dan membayar lunas diakhir bulan, itu tidak masalah. Yang bermasalah adalah, jika Anda menggunakan kartu kredit Anda untuk membeli barang-barang sampah (bukan aset), yang tidak saja tidak menghasilkan uang, tetapi mengeluarkan uang, terlebih lagi jika dibayar dengan dicicil, apalagi cuma minimum payment! Tahukah Anda, bahwa membayar minimum payment, hutang Anda tidak akan pernah lunas?

NEVER...EVER...to do that!

Hati-hati dengan kartu kredit! Jika Anda terpaksa berhutang, lebih baik berhutang dengan bunga yang lebih rendah seperti KTA (kredit tanpa agunan). Ingatlah, bahwa hutang dapat membawa Anda pada kemiskinan, tetapi jika Anda mengerti, hutang dapat membawa Anda pada kekayaan. Mau contoh? Baiklah, Anda kira, dengan uang siapa pengembang real estate membangun perumahan. Sinar Mas membangun BSD? Uang perusahaan? Tidak! Mereka menggunakan uang bank. Ya, uang bank! Kerennya, mereka berhutang! Cuma bedanya, hutang mereka adalah hutang baik, karena hutang mereka kepada bank digunakan untuk membangun real estate, yang nilainya menjadi berkali-kali lipat dari hutang mereka sendiri, memberikan kepada mereka bukan saja aset, tetapi cashflow yang positif.

Jadi, berhutang itu boleh, jika dan hanya jika, menghasilkan cashflow yang positif.

Justru saya menyarankan untuk berhutang jika Anda mendirikan sebuah bisnis. Cicil/sewa saja kantor Anda. Cicil mobil untuk perusahaan. Jangan dibayar cash! Mengapa? Karena orientasi perusahaan adalah menghasilkan uang sebesar-besarnya dengan investasi sekecil-kecilnya. Orientasi perusahaan adalah positif cashflow yang besar, bukan membuang uang besar diawal. Jika Anda bayar cash semua, tentu perusahaan akan mengeluarkan sangat besar di awal hanya untuk mendirikan kantor, membeli mobil dan sebagainya. Jadi, sekali lagi, selalu orientasikan apapun bisnis Anda pada cashflow yang positif. Karena perusahaan dinilai dari seberapa besar cashflow positifnya, bukan seberapa besar asetnya, apalagi "toxic asset" (aset racun). Sehingga jika Anda suatu saat ingin menjual perusahaan Anda, maka Anda dapat menjualnya dengan nilai tinggi, karena cashflow yang dihasilkan sangat tinggi.

Baiklah. Pelajaran selanjutnya akan saya sampaikan di artikel selanjutnya. Renungkanlah dahulu apa yang saya sampaikan dan mulai praktekkan dari kata-kata menjadi perbuatan. Lakukan hal ini secara berulang-ulang maka akan menghasilkan kebiasaan. Kebiasaan yang positif.

Salam sukses selalu untuk Anda!


Cara Baru & Mudah Menjadi Kaya Lewat Internet

Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menjadi kaya melalui internet. Antara lain :

1. Keinginan & keyakinan yang kuat untuk sukses lewat bisnis internet.

2. Bukalah sebuah rekening bank, disarankan BCA dan Bank Mandiri. (Untuk kemudahan transaksi pembayaran).

3. Terus belajar dan belajar.

tiga poin diatas merupakan cara dasar yang diperlukan untuk para pemula, jika ingin mencoba bisnis internet.

Banyak sekali bisnis yang bisa dilakukan lewat internet. Dari yang paling susah, sampai yang paling mudah.

Tentunya disini saya akan memberikan cara dan teknik yang paling mudah.

Hanya ada 2 hal yang perlu anda lakukan :

pertama join dengan sebuah situs dan kedua adalah mempromosikan situs anda sesering mungkin.

anda tidak harus membuat situs sendiri, karena situs yang anda promosikan, sudah dibuat khusus untuk anda. setelah itu uang akan mengalir sendirinya ke rekening anda.

mungkin anda bingung kemana harus mendafatar. inilah situs yang menurut saya paling mudah dan paling memberikan keuntungan paling besar.

http://www.cashswim.com/?id=regie19

jika anda mendaftar melalui situs tersebut anda akan mendapat bonus berupa pulsa sebesar 50 ribu. dengan cara sms ketik "daftar cashswim /?id=regie19" kirim ke no 087821157419 setelah anda menjadi member aktif. Selain itu masih banyak bonus-bonus lainnya. Jika anda mendafatar hanya ke situs http://www.cashwim.com tanpa /?id=regie19 maka anda tidak akan mendapat bonus pulsa tersebut, atau jika anda salah mengetikan id maka bonus pulsa 50 ribu akan hilang. jadi tolong diperhatikan dengan cermat jika anda ingin mendapat pulsa gratis sebesar 50 ribu.

http://www.cashswim.com/?id=regie19

Jika anda ingin belajar yang lebih sulit, dan tentunya akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar silahkan kunjungi situs :

http://www.formulabisnis.com/?id=regie19

Banyak ilmu yang bermanfaat dari situs tersebut, terutama mengenai bisnis internet.

Tunggu apa lagi silahkan mencoba sekarang juga. Karena mungkin jika anda mencoba besok, peluang anda untuk sukses sudah diambil orang lain.
Selamat mencoba.

Bisnis Internet

Saat ini perkembangan internet khususnya di Indonesia sudah sangat pesat. Oleh karena itu bisnis internet merupakan salah satu alternatif bisnis yang bisa dilakukan. Banyak sekali orang yang sudah menghasilkan UANG yang sangat banyak dari internet. Jika anda berminat untuk memulai bisnis internet dan tidak tau dari mana anda harus memulainya, silahkan klik link dibawah ini :

http://www.formulabisnis.com/?id=regie19

situs tersebut akan memberikan petunjuk-petunjuk praktis untuk memulai bisnis internet. Jika anda sungguh-sungguh ingin mempelajari bisnis internet silahkan kunjungi situs :

http://www.formulabisnis.com/?id=regie19


situs tersebut hanya bagi anda yang sungguh-sungguh ingin belajar mengenai bisnis internet, 200% garansi uang kembali. Kunjungi situsnya sekarang juga :

http://www.formulabisnis.com/?id=regie19

aude aliquid dignum..
terima kasih..
semoga bermanfaat..

4 hal penting dalam mengatur keuangan

Terdapat 4 hal penting dalam mengatur keuangan yaitu pendapatan, pengeluaran, aset (harta produktif), dan liabilitas (harta konsumtif). Keempat hal tersebut tentunya sangat berperan penting dalam mengatur keuangan seseorang. Setiap orang kaya di bumi ini setiap mendapatkan “pendapatan”, mereka akan menggunakan pendapatan tersebut untuk mendapatkan aset (harta produktif). Orang-orang kaya tersebut memiliki banyak sekali aset atau harta produktif tersebut. Sedangkan orang-orang kelas menengah setiap mempunyai pendapatan mereka membeli liabilitas(harta konsumtif), sehingga pendapatan mereka akan cepat habis. Untuk orang-orang miskin mereka tidak mempunyai pendapatan, akhirnya mereka menjual aset mereka untuk mendapatkan uang, dan setelah mendapat uang mereka membeli liabilitas sehingga uang mereka habis lagi dan terkadang membuat hutang.


Selain mengetahui 4 hal penting dalam mengatur keuangan tentunya kita harus membuat perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan tersebutnya biasanya dibuat secara bulanan. Setiap melakukan perencanaan tentunya kita harus bisa mengatur 4 hal tersebut, agar tidak terjadi defisit keuangan. Setiap mendapat “pendapatan”, jangan lupa untuk menyisihkan 15% persen untuk FFT. Setelah itu cobalah untuk menabung terlebih dahulu di awal dan berkomitmen untuk tidak mengambil uang tabungan tersebut. Ada baiknya tabungan tersebut kita bagi menjadi 3 bagian, bagian pertama adalah untuk investasi, bagian kedua untuk menabung, dan bagian ketiga untuk berdana. Secara kuantitas usahakan investasi lebih besar daripada uang untuk menabung atau berdana. Jangan anggap remeh uang berdana, setiap orang dermawan di dunia sudah pasti orang kaya, akan tetapi ada orang kaya yang tidak pernah berdana, sebenarnya mereka itu adalah orang miskin yang bersembunyi di balik kekikiran sendiri. Jadi jangan lupa untuk berdana ya...!!! Mengenai tabungan tentunya ini adalah tabungan untuk masa depan kita, masa depan anak kita. Jika seorang bayi lahir tahun 2008 ini, maka ketika nanti dia kuliah, biaya untuk kuliahnya diperkirakan mencapai 200juta. Jika kita tidak dapat menabung, bagaimana nasib anak kita nanti.


Demikianlah sedikit penjelasan mengenai 4 hal penting dalam pengaturan keuangan, ketika kita mengetahui hal tersebut maka diharapkan memudahkan kita dalam mengatur keuangan kita. Banyak buku yang membahas mengenai “kecerdasan finansial”, sebenarnya kecerdasan finansial tersebut tidak lepas dari 4 hal penting tersebut, ketika kita mengetahuinya maka diharapkan kecerdasan finansial kita bertambah.


Terima kasih, semoga bermanfaat.

Aude Aliquid Dignum



Laporan Keuangan

Membuat laporan keuangan pribadi merupakan hal yang harus dilakukan agar kita dapat mengetahui kemana saja uang kita keluar. Jika kita mengetahui untuk apa saja pengeluaran kita, diharapkan kita dapat lebih cermat mengatur keuangan kita.

Dalam membuat laporan keuangan sederhana dan sederhana, kita hanya perlu membuat daftar pengeluaran kita dalam sehari, untuk apa saja uang yang kita keluarkan. Oleh karena itu ada baiknya kita membawa catatan kecil dalam dompet, sehingga setiap kita mengeluarkan uang, kita dapat langsung mencatatnya di catatan kecil tersebut. Ada baiknya kita juga meminta nota atau bon, pada setiap pembelanjaan yang kita lakukan, agar kita tahu kemana saja uang yang kita keluarkan.

Mungkin anda pernah pergi berbelanja ke sebuah mall dan ketika anda pulang, uang di dalam dompet anda yang tadinya penuh, tiba-tiba saja kosong. Padahal anda merasa bahwa anda tidak terlalu banyak berbelanja. Jika kita membawa catatan kecil yang berisi daftar pengeluaran, tentunya hal tersebut tidak akan terjadi lagi, karena kita sudah mencatat semua pengeluaran kita dalam catatan kita tersebut.

Setelah membuat laporan keuangan sederhana atau mencatat daftar pengeluaran kita selama satu bulan, hal yang berikutnya harus dilakukan adalah membuat perencanaan pengeluaran untuk bulan berikutnya. Setelah kita membuat laporan keuangan tentunya kita tahu, dimana letak pengeluaran kita terbesar, apakah pengeluaran tersebut bisa kita tekan sehingga tidak terlalu besar, jika bisa maka dalam perencanaan keuangan untuk bulan berikutnya anda bisa memotong biaya tersebut.

Contoh perencanaan keuangan untuk satu bulan :


Pendapatan dalam 1 bulan

Pendapatan Tetap

Rp 1.000.000,-

Pendapatan Tidak Tetap

Rp 150.000,-


Pengeluaran dalam 1 bulan

Biaya Makan

Rp 450.000,-

Biaya Keperluan sehari-hari

Rp 50.000,-

Biaya Kostan

Rp 300.000,-

Biaya Keperluan Kuliah

Rp 90.000,-

Biaya Belanja

Rp 100.000,-

Untuk Menabung

Rp 50.000,-


Itulah sedikit tips mengenai laporan keuangan dan perencanaan keuangan untuk satu bulan. Perencanaan tersebut harus dilakukan agar uang yang kita miliki dapat cukup untuk satu bulan. Pengeluaran tentunya harus lebih kecil daripada pendapatan, karena jika hal tersebut terjadi maka tentunya akan defisit dan defisit adalah akar segala permasalahan yang terjadi di dunia ini. :)


Kadang-kadang yang terjadi adalah pengeluaran anda sebenarnya tidak terlalu besar dan anda tidak boros, tapi uang anda tetap saja tidak cukup untuk satu bulan. Jika hal tersebut terjadi tentunya kita tidak dapat menyalahkan pengeluaran kita, yang dapat kita lakukan adalah mencoba menambah pendapatan kita. Untuk menambah pendapatan kita, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan. Minggu depan, saya akan memberikan tips untuk menambah pendapatan kita.


Terima Kasih,

Aude Aliquid Dignum



Proteksi Keuangan

Dalam hidup ini, tidak semua hal berjalan sesuai dengan rencana kita. Banyak sekali hal yang tak terduga terjadi dalam hidup kita. Sebagai manusia yang normal kita tidak bisa menolak resiko yang terjadi pada kita. Apa saja resiko yang bisa terjadi yang dalam hidup kita ???

Anda pasti tidak suka membaca ini, tapi memang inilah resiko yang mungkin anda hadapi :

  • Kematian
  • Kecelakaan
  • Sakit
  • Musibah pada rumah (kebakaran, kemalingan, dsb)
  • Musibah pada kendaraan (kecelakaan, dicuri, dsb)
  • Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Apa yang terjadi dengan kondisi keuangan kita, jika hal-hal tersebut terjadi dalam hidup kita?? Tentunya kondisi keuangan kita akan sangat berkurang, uang yang kita tabung bertahun-tahun, habis hanya untuk perawatan di rumah sakit, dan sebagainya.

Oleh karena itu diperlukan PROTEKSI KEUANGAN, ada tiga cara yang bisa anda lakukan untuk mem-proteksi keuangan anda :

  1. Miliki Asuransi
  2. Miliki Dana Cadangan
  3. Miliki Sumber Penghasilan diluar gaji (jika anda berkerja), dan kalau bisa didapat secara terus-menerus.


1. Asuransi

Dengan anda mengikuti asuransi, tentunya resiko-resiko yang terjadi dapat kita antisipasi. Ada tiga jenis asuransi yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat pada umumnya. Asuransi Jiwa, Asuransi Kesehatan, dan Asuransi Kerugian.

Pertama, Asuransi Jiwa. Dengan asuransi ini, bila terjadi risiko kematian pada

diri Anda, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang yang biasa

disebut Uang Pertanggungan kepada ahli waris Anda. Uang Pertanggungan inilah

yang nanti diharapkan bisa dikelola oleh ahli waris Anda. Ada bermacam-macam

asuransi jiwa, ada yang konvensional, ada juga yang modern. Untuk mendapatkan

produk asuransi jiwa gampang koq. Datang saja ke perusahaan asuransi yang

biasanya mempunyai nama diakhiri dengan kata “jiwa” atau “life”. Asuransi Jiwa

Bersama Bumiputera misalnya, Manulife, atau Sunlife. Allianz Life juga. Ada

pula Prudential.

Kedua, Asuransi Kesehatan. Asuransi kesehatan adalah program asuransi yang

memberikan penggantian biaya kesehatan yang sifatnya untuk penyembuhan

(sekali lagi, penyembuhan, bukan pemeliharaan). Biaya kesehatan itu terbagi atas:

a. Perawatan, dan

b. Penyembuhan Sakit.

Perawatan, misalnya membeli vitamin atau check up rutin. Penyembuhan sakit

contohnya untuk biaya dokter, berobat, operasi, bahkan biaya rumah sakit. Harus

kemanakah kita kalau ingin mencari produk asuransi kesehatan? Di Indonesia,

produk-produk asuransi kesehatan banyak dijual oleh Perusahaan Asuransi Jiwa,

baik sebagai produk utama yang berdiri sendiri atau sebagai produk yang

ditempelkan pada Asuransi Jiwa.

Ketiga, Asuransi Kerugian. Asuransi ini biasanya memberikan uang

pertanggungan kalau-kalau properti atau barang-barang Anda (seperti rumah atau

kendaraan) kena musibah. Contohnya, kebakaran rumah atau kecelakaan

kendaraan di jalan raya.

2. Dana Cadangan

Untuk mengantisipasi resiko yang terjadi pada keuangan anda, anda harus mempunyai dana cadangan, dana cadangan ini dapat diperoleh dengan cara menabung. Besar dana cadangan minimalnya adalah 3 kali besar pengeluaran anda sebulan. Jadi jika pengeluaran anda satu bulan Rp 1.000.000,00 maka dana cadangan yang harus anda miliki sebesar Rp 3.000.000,00. Oleh karena itu menabung sangatlah penting. Setelah anda memiliki Dana Cadangan tersebut, anda baru boleh menabung untuk keperluan lain. Untuk cara menabung silahkan baca artikel yang di posting di blog ini 3 minggu yang lalu.

3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terus menerus

Sumber penghasilan lain seperti apa yang bisa didapatkan secara terus-menerus?

Pertama, tentu saja bisnis. Anda bias mencari peluang bisnis yang mungkin dapat dijalankan tanpa mengganggu waktu kerja Anda, seperti investasi di usaha orang lain, membuka warung makan yang dijalankan oleh adik Anda yang pinter masak, atau membuka wartel atau warnet kecil yang dioperasikan sepupu Anda. Memang, untuk awalnya, penghasilan dari sumber itu mungkin nggak besar-besar amat. Akan tetapi, yang penting harapan Anda ‘kan mereka bisa terus-menerus ngasih penghasilan.

Alternatif kedua, kalau Anda menginginkan sumber penghasilan yang bisa

memberikan hasil secara terus-menerus, milikilah produk-produk investasi yang

bisa memberikan Pendapatan Tetap untuk Anda, seperti deposito yang

memberikan pendapatan tetap berupa bunga, atau rumah yang bisa juga

memberikan pendapatan tetap berupa uang sewa secara periodik. Fokuskan diri

Anda terus-menerus untuk memiliki produk-produk investasi seperti ini sehingga

kelak, jumlah pendapatan tetap yang masuk dari investasi ini bisa menyamai

pendapatan Anda sekarang. Memang nggak gampang dan nggak mungkin bisa

cepat. Mungkin butuh waktu bertahun-tahun sebelum pendapatan tetap Anda dari

investasi ini bisa menyamai penghasilan Anda sekarang.

Ingat, merintis jauh lebih baik daripada tidak sama sekali. Namanya juga sedang

membangun sumber passive income, alias income yang didapat tidak

mengharuskan kita untuk aktif bekerja. Passive income ini awalnya mungkin memang kecil, tapi lama-kelamaan kita harapkan jumlahnya bisa semakin besar dan besar.

Itulah tips mengenai proteksi keuangan, semoga bermanfaat.

Untuk minggu depan saya akan membahas mengenai, membuat laporan keuangan pribadi yang mudah. Jika anda terus-menerus mengikuti dan mempraktekaan tips-tips yang diberikan di blog ini, cepat atau lambat kondisi keuangan anda akan membaik. Oleh karena itu terus ikuti blog ini setiap minggunya.

Terimakasih

Aude Aliquid Dignum

Harta Konsumtif VS Harta Produktif

Apapun yang anda miliki saat ini bisa dikatakan sebagai harta. Nah harta tersebut, di golongkan menjadi 2 yaitu harta konsumtif dan harta produktif. Secara singkat yang dimaksud harta konsumtif adalah semua harta yang menyebabkan anda mengeluarkan uang anda. Sedangkan harta produktif adalah semua harta yang mendatangkan uang kepada anda. Bapak Robert T. Kiyosaki dalam bukunya “ayah kaya, ayah miskin” menyebut hal tersebut sebagai aset(harta produktif) dan liabilitas(harta konsumtif).


Saya menggunakan istilah harta produktif dan harta konsumtif agar lebih mudah dipahami. Istilah ini juga sering dipakai oleh Bapak Safir Senduk salah seorang Perencana Keuangan yang sudah terkenal di Indonesia, jika anda belum mengenalnya silahkan lihat situsnya di alamat http://www.perencanakeuangan.com , banyak sekali artikel gratis mengenai keuangan di situs tersebut.


Ternyata yang namanya kaya secara finansial itu tidak diukur dari berapa besar penghasilan kita, tapi dari bagaimana kita mengelola keuangan kita. Ada orang yang berpenghasilan ratusan juta rupiah tapi mempunyai banyak hutang dan selalu merasa kurang, kurang, dan kurang. Sedangkan ada orang yang berpenghasilan 5 juta per bulan, tapi bisa memenuhi segala kebutuhan dan keinginnannya. Sehingga saya menyimpulkan “orang kaya belum tentu dapat mengelola keuangan, tapi orang yang dapat mengelola keuangan sudah pasti orang kaya”.


Dalam mengelola keuangan terdapat 4 yang pokok yaitu penghasilan, pengeluaran, harta konsumtif, dan harta produktif. Untuk penghasilan dan pengeluaran tentunya hal ini tidak bisa kita atur semau kita, sedangkan harta konsumtif dan harta produktif dapat kita atur sesuai pilihan kita. Contoh sederhana adalah motor, jika kita lihat motor merupakan harta konsumtif karena kita harus mengeluarkan uang untuk bensin, perawatan, dsb. Akan tetapi jika motor tersebut kita jadikan ojek atau bisa juga untuk penunjang bisnis kita(misal bisnis jualan roti yang menggunakan motor), maka motor tersebut bisa menjadi harta produktif. Contoh lain adalah handphone, yang merupakan harta konsumtif karena memerlukan pulsa, jika kita jadikan handphone tersebut untuk jualan pulsa elektrik, maka handphone tersebut bisa menjadi harta produktif.


Jadi satu hal yang harus anda ingat kekayaan finansial, tidak diukur dari berapa banyak penghasilan anda. Berapapun penghasilan anda, anda mempunyai peluang untuk menjadi orang kaya dengan cara dapat mengelola keuangan pribadi anda, dan perbanyaklah aset atau harta produktif.


Cobalah untuk membuat daftar harta produktif dan harta konsumtif anda, jika perbandingan antara harta produktif dan harta konsumtif anda 3 : 20 atau 2 : 20 atau 1 : 20 cobalah untuk mencari harta produktif lainnya. Jangan sampai anda tidak memiliki satupun harta produktif dan hanya bergantung pada penghasilan semata.


Untuk minggu depan saya akan membahas mengenai proteksi keuangan. Hal ini tentunya sangat penting, agar uang yang kita miliki tidak terbuang banyak ketika ada hal-hal yang tidak terduga terjadi.


Terima kasih, semoga bermanfaat bagi anda

Aude Aliquid Dignum

Pajak Kebebasan Keuangan (Free Financial Tax)

Saat ini pajak, merupakan hal yang sedang ramai di bicarakan orang. Secara umum pajak bisa diartikan sebagai iuran wajib yang harus dibayarkan rakyat untuk kas pemerintah. Karena hal ini wajib, berarti ada unsur pemaksaan.

Nah sekarang saya akan coba memberikan lagi tips agar anda bisa menyelamatkan penghasilan yang anda miliki dan tidak habis. Mengelola keuangan tidak hanya soal menabung uang atau membiarkan uang yang anda miliki tidak habis, tapi hal tersebut adalah hal yang penting dalam pengelolaan keuangan.

Tips yang akan saya bagikan disini adalah mengenai Pajak Kebebasan Keuangan (Free financial Tax). Dalam program Pajak Kebebasan anda memajak diri anda sendiri. Besarnya pajak ini adalah 15%. Jadi setiap anda mendapatkan penghasilan, anda harus membayar 15% nya untuk pajak kebebasan keuangan.

Dalam hal ini diperlukan komitmen yang tinggi, bagaimana caranya untuk memiliki komitmen tinggi?? anggap saja pajak ini harus dibayarkan ke pemerintah (walaupun sebenarnya pajak itu untuk diri sendiri). Anda tidak akan pernah mengeluh untuk membayar PBB kan?? karena jika anda tidak membayar PBB tentunnya bangunan itu akan disita pemerintah.

Setiap kali anda makan di rumah makan cepat saji, biasanya ada pajak yang harus anda bayar. Tapi anda tidak pernah mengeluh, "Ah saya gak mau bayar pajaknya". Nah anggap saja Pajak Kebebasan keuangan ini seperti itu, setiap kali anda mendapatkan penghasilan anda harus membayarkan pajaknya. Anda bisa menganggapnya sebagai pajak penghasilan, tapi pajak itu untuk diri anda sendiri.

Lalu untuk apa pajak yang kita kumpulkan itu?? seperti yang negara lakukan, pajak digunakan untuk kepentingan bersama rakyatnya. Nah bedanya pajak yang kita bayarkan itu digunakan untuk kepentingan diri sendiri dan juga orang lain. Kita tentunya harus mempunyai cadangan biaya, untuk hal-hal yang tidak diduga. Dan Pajak ini bisa digunakan untuk itu.

Demikianlah Tips yang coba saya sharing disini. Selamat mencoba, semoga bermanfaat. Untuk kedepannya saya akan mencoba memposting artikel mengenai tips-tips mengelola keuangan ini seminggu sekali.

Untuk minggu depan, saya akan membahas mengenai "harta produktif" dan "harta konsumtif".

Terima Kasih,
Aude Aliquid Dignum..!!!

Cara Menabung Yang Harus Anda Coba

Menabung adalah suatu hal yang perlu dilakukan bagi siapapun yang ingin mengelola keuangan dengan baik. Saya akan sharing mengenai cara menabung baru yang tentunya mudah dilakukan dan sangat mengasyikan. Cara menabung ini saya peroleh dari buku "Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya???" yang dibuat oleh Safir Senduk.

Konsep menabung ini sangat sederhana, yaitu menggunakan celengan...!!! nah tapi yang mengasyikan disini adalah cara kita menabung. Kalo pada saat kita kecil, kita menabung uang receh 100 & 500. Cara menabung ini tidak seperti itu. Kita menabung uang dua puluh ribuan...
hanya uang dua puluh ribuan.

Kita mesti mempunyai tekad, setiap kali kita mendapatkan uang 20 ribuan kita akan menabungkannya di celengan yang kita punya. Tidak ada aturan kapan kita harus menabung, tapi setiap kita mendapatkan uang 20 ribuan uang itu harus di tabungkan. UANG 20 RIBUAN YANG KITA DAPAT ITU TIDAK BOLEH DIBELANJAKAN.

Disini anda seperti mengoleksi uang 20 ribuan, sangat mengasyikan. Anda harus mencobanya. Lalu kapan anda mengambil uang ini? Saran dari saya setahun sekali anda mengambilnya. Uang ini pun tidak boleh digunakan untuk membeli harta konsumtif tapi harta produktif seperti emas, deposito, ataupun reksa dana.

Selamat Mencoba..!! Semoga Bermanfaat..!!
I want you to be rich..!!